PENDAHULUAN
Latar Belakang
Alat pancing memiliki beberapa komponen,contoh
dari komponen pancing yaitu,penggulung tali pancing mata pancing pemberat joran
pancing dan umpan.
Usaha alat pancing merupakan sebuah usaha yang didasari
dengan hobi.
Yang terpenting dalam usaha alat pancing adalah
mengenal/faham produk yang dijual.
Produk yang berkualitas lah yang selalu kita
pilih,mengapa?
Karena memuaskan pelanggan adlah kunci utama
dari toko,pelanggan akan senang dan akan kembali lagi.
Toko alat pancing
adalah salah satu tempat yang sering di datangi oleh para pemancing mania,guna
mempersiapkan berbagai persiapan perlengkapan/senjata untuk memancingnya.
Mancing secara
luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan,yang biasa di dasari dengan hobi.
Mancing dapat pula
diartikan sebagai menangkap ikan menggunakan peralatan utama berupa
joran,penggulung,dan kail.
Tidak semua
kegiatan menangkap ikan dikatakan memancing,karena menangkap ikan dapat
dilakukan dengan menggunakan jaring,tombak,jala,bahwa ada orang yang sering
menggunakan bom.
Memancing
merupakan kegiatan yang membutuhkan keseriusan dan menjadi mata pencarian.
Namun untuk saat
ini memancing menjadi alternatif untuk berwisata,saat ini kegiataan memancing
lebih disebut penyalur hobi.
Memancing dianggap
sebagai salah satu cara untuk bersantai,olahraga,dan juga untuk memperluas
pergaulan.
Hobi mancing saat
ini menjadi salah satu hobi yang sangat diminati oleh semua kalangan usia.
Peminat dari
kegiatan memancing sabagai hobi ini semakin banyak diseluruh lapisan
masyarakat.
Penggemar hobi
memancing saat ini tidak saja berasal dari kalangan anak anak maupun orang tua.
Akan tetapi
memancing juga digemari oleh kalangan remaja dan masyarakat di usia 25tahun.
Selain karena
peminatnya yang semakin meningkat,kegiatan memancing semakin diminati ketika
akses terhadap lokasi lokasi pemancingan semakin mudah,dan bahkan beberapa lokasi pemancingan berintegrasi dengan
kawasan kawasan wisata.
Kondisi seperti
ini semakin meningkat jumlah peminat hobi pemancing.
Peminat
yang banyak mendorong tumbuhnya usaha-usaha kolam pemancingan sebagai fasilitas
untuk kegiatan memancing. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kartabi,
dkk (2010), terdapat 40 lokasi pemancingan di Yogyakarta yang mengalami
pertumbuhan lokasi pemancingan yang signifikan. Dengan membandingkan dari hasil
survei tahun 2009 dengan tahun 2010, pemancingan di kawasan Yogyakarta
meningkat 21 persen.
Peningkatan
lokasi pemancingan di Yogyakarta tersebut diikuti dengan kenaikan omset usaha
di setiap lokasinya. Peningkatan omset yang terjadi merupakan indikator dari
meningkatnya pengunjung pemancingan yang merupakan peminat dari kegiatan hobi
memancing.
Kartabi, dkk (2010) melakukan survei yang menggambarkan
bahwa kurang lebih 12 persen pemancing merupakan penggemar baru dari kegiaatan
hobi tersebut.
Melihat peminat dan omset yang terus meningkat,
tampaknya usaha pemancingan menjadi tren bisnis baru yang menguntungkan.
Pertumbuhan usaha kolam pemancingan memberikan dampak pula bagi pengusaha kolam pemancingan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari kolam-kolam pemancingan lama
yang kurang peserta dan bahkan sepi dari pengunjung.
Agar tidak kalah dalam persaingan atau
setidaknya dapat bertahan dalam situasi persaingan yang tinggi pengelola
pemancingan, harus mengetahui apa yang diinginkan oleh pemancing. Penyediaan
lokasi yang nyaman, jauh dari kebisingan, harga bersaing, serta sarana dan
prasarana penunjang lainnya adalah fakto-faktor yang dapat menarik pemancing
untuk memancing di lokasi pemancing tersebut.
Selain itu untuk meningkatkan kembali peminat
memancing, kolam pemancingan dikategorikan menjadi beberapa sistem, diantaranya
yaitu sistem galatama, sistem kiloan, sistem kilo gebrus, dan sistem harian.
Selain itu ikan yang digunakan dalam usaha pemancingan diantaranya yaitu ikan
mas, mujair,bawal patin dan lele.
Dengan
varian sistem memancing dan jenis ikan yang banyak menjadikan para pemancing
dapat memilih dan menimbulkan persaingan bagi setiap 3 pengusaha
pemancingan. Setiap sistem pemancingan yang ditawarkan belum tentu memiliki
jumlah peminat yang sama. Oleh karena itu perlu adanya studi komparasi mengenai
kelayakan usaha pemancingan dengan berbagai sistem
Pendekatan Masalah
Menjalankan
usaha pemancingan diperlukan suatu perencanaan yang matang,agar pemilik
pemancingan dapat mengetahui usaha yang dijalankan layak atau tidak untuk
dilakukan, salah satu caranya adalah dengan cara menganalisis kelayakan usaha
dari usaha tersebut.
Pemancingan termasuk salah satu jenis usaha yang cukup layak
diperhitungkan. Kelayakan suatu usaha dapat dilihat dengan mengkaji berbagai
aspek. Dalam permasalahan ini difokuskan pada: aspek nonfinansial dan aspek
finansial. Aspek nonfinansial yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1)
aspek teknis untuk melihat kekuatan faktor internal dalam perencanaan, inovasi,
dan pembaharuan; dan (2) aspek managerial dan administratif dalam struktur dan
kepemimpian.
Orang orang beranggapan sangat bagus terhadap alat
pancing,dikarenakan banyak yang menyukai kegiatan memancing.Kegiatan yang seru
dan membuat orang senang itu memiliki tanggapan yang sangat bagus di mata orang
orang. Memancing
merupakan sebuah hobi yang terdengar membosankan dan keluarkan-keluarkan waktu.
Ya, jikalau yang berkata seperti itu merupakan orang yang tidak pernah
mendengar dering reel momen ikan mulai terjebak dengan umpan kita. Atau oleh
orang yang tidak pernah mencicipi sensasi memutar reel
momen ikan dengan sengaja berenang sekuat energi seolah berlari menjauh dari
mata pancing yang tersangkut di bibirnya.
Apabila disederhanakan, memancing hanyalah kesibukan
memasang umpan, melemparnya ke air, lalu menunggu mencapai ikan-ikan dengan
muatan tertentu tertipu. Tapi ada sebuah pesan luar awam yang tersembunyi dalam
progres memasang umpan dan menunggu ini. Sebuah kiasan yang akan amat kita
butuhkan jika suatu hari, jalan hidup terasa sedikit lebih menanjak dan langkah
kaki mulai terasa sedikit berat.
Segera apa yang bisa kita petik dari progres memancing
itu?
Ini, dalam memancing, enggak ada yang pernah tau, akan
selama apa umpan kita diizinkan berenang menunggu dilahap ikan. Umpan semahal
apa saja, belum tentu menjadi jaminan untuk memutuskan bahwa dalam hitungan
detik kita patut memutar reel dan menarik seekor ikan besar. kagak. Memancing
enggak sesimpel itu.
Memancing yaitu mengenai melempar umpan dan menunggu.
Menunggu sekiranya kemujuran sedang berpihak pada kita
capai umpan yang telah dikorbankan tidak terbuang sia-sia. Semua seputar hal
tak terduga yang diberikan nama rezeki. Ada rezeki, tidak akan banyak umpan
terbuang. Belum ada rezeki, ulangi memasang umpan baru dan kembali menunggu
dari awal.
Hidup bahkan seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar